Karena cinta yang kupunya hanya 1, takut sekali aku
membaginya, atau justru aku sudah terlalu banyak membaginya? Entahlah,akupun
ragu untuk menjawabnya. Terkadang, rasa takut kehilangan mengaburkan segalanya,
rasa ingin memiliki yang berlebih itu, justru menghancurkan harapan yang
disusun dari bawah itu. kita punya Allah, kita di ciptakanNya, dengan kadar
kemampuan menanggung senang dan duka. Mungkin selama ini kita hanya
memposisikan diri sebagai seorang
‘pejalan’ atau musafir’ di dunia ini. tanpa sempat menoleh kekiri atau kekanan,
terlalu sibuk untuk mencari jalan, tanpa melihat jalan sekitar. Mungkin hikmah
itu bertebaran Allah persaksikan untukmu, namun kita tak jua dapat mencerna
maksud dan tujuannya. Dekat sekali kita dengan kelalaian. [Nasehat Kawan]
Aku adalah bagian dari populasi kecil keluarga besar jurusan tafsir hadist yang mulai menampakkan geliatnya dalam siklus ekosistem di IAIN. Bukan rahasia lagi, jurusan dakwah memang tidak memiliki pasukan populasi sebanyak fakultas atau jurusan lainnya di IAN. Alasannya? Karenasebagian darimahasiswa di kampusku adalah para alumnus pondok pesantren yang tersebar di seluruh jambi dan beberapa pesantren disekitarnya. Sebagian dari mereka sudah merasa ‘bosan’ dengan pelajaran agama setiap hari, amak dari itu sebagian dari mereka lebih memilih mengambil jurusan tarbiyah atau pendidikan dan syariah seperti ekonomi atau hukum islam. Aku terus melaju dengan motor besar kesayangan ayahku, membelah jalan yang cukup panjang dari pasar ke mendalo, kurang lebih 16km akan aku lalui. Aku kembali dengan pikiran ku, menyelami kebersamaan kami selama satu setengah tahun. Menempa diri dalam perbedaan dan menguatkan iman dalam kebersaman. Jurusan tafsir hadist bisa dibilang jurusan ...
Komentar
Posting Komentar