Langsung ke konten utama

catatan akhir semester 3 TH







Aku adalah bagian dari populasi kecil keluarga besar jurusan tafsir hadist yang mulai menampakkan geliatnya dalam siklus ekosistem di IAIN. Bukan rahasia lagi, jurusan dakwah memang tidak memiliki pasukan populasi sebanyak fakultas atau jurusan lainnya di IAN. Alasannya? Karenasebagian darimahasiswa di kampusku adalah para alumnus pondok pesantren yang tersebar di seluruh jambi dan beberapa pesantren disekitarnya. Sebagian dari mereka sudah merasa ‘bosan’ dengan pelajaran agama setiap hari, amak dari itu sebagian dari mereka lebih memilih mengambil jurusan tarbiyah atau pendidikan dan syariah seperti ekonomi atau hukum islam.
Aku terus melaju dengan motor besar kesayangan ayahku, membelah jalan yang cukup panjang dari pasar ke mendalo, kurang lebih 16km akan aku lalui. Aku kembali dengan pikiran ku, menyelami kebersamaan kami selama satu setengah tahun. Menempa diri dalam perbedaan dan menguatkan iman dalam kebersaman.
Jurusan tafsir hadist bisa dibilang jurusan emas di fakultas ku. Mungkin itu hanya sanjungan dari dosen-dosen kami, karena melihat jumlah anak-anaknya yang seluruh angkatannya dapat mewakili satu angkatan saja di fakultas lain di kampusku. Tapi, kau tau kawan? Kami memang emas..
Percayalah..kami memang emas, di kelas kami yang kini berjumlah 13 orang saja hampir semua berasal dari pesantren dan aliyah, hanya aku sendiri yang berasal dari sekolah umum dan dari kota jambi,membuat kelas kami hangat oleh diskusi, yang terkadang dosen harus memotong alur diskusi kami karena sudah terlalu lama menghabiskan waktu, kau tau? Sebagian dari dosen-dosen tua yang sudah terlalu sering mengajak kenalan anak-anak mahasiswa baru mungkin hanya mengulang ekspresinya ketika mendengar asal sekolahku.
“Kamu dari SMA kota jambi? Kenapa masuk tafsir hadist? Tidak lulus di u**a? Ucapnya..
“ tidak, saya memang ingin masuk jurusan tafsir hadist pak, ini pilihan saya..dengan bangga aku katakan didepan dosen hebat itu..
Dan saya bukan buangan dosen yang mulia..kataku dalam hati.
Aku tersenyum sendiri jika mengingat itu semua, aku akan menunggu dosen-dosen baru dengan ekspresinya yang ketika aku sebutkan nilaiku terbaik di kelas, dapatkah kau tebak? Aku berhasil mengalahkan teman-temanku dari pesantren itu..kau tau kawan? Aku bukan bermaksud ingin sombong pada mu, namun hanya ingin mengulang kata-kata trainer hebat dunia ini, Rasulullah SAW yang mengatakan jangan hanya melihat seseorang hanya karena tampilannya, tapi isinya. Cobalah kau coba kawan.
Kami berjumlah 15 orang awalnya, terdiri dari 4 orang perempuan 11 orang laki-laki. Seiring waktu berjalan, ketika kami naik kesemester 2, salah satu temanku memutuskan pindah kuliah karena sedari awal beliau merasa berada di jurusan yang salah. Sedangkan di awal semester 3, salah satu temanku juga pindah, ke universitas Al-azhar mesir, tempat yang kami impikan suatu hari nanti.
Aku memarkir motorku dibarisan paling terakhir di area fakultas ku karena aku ingin cepat pulang. Sembari menunggu teman-temanku yang lain,aku masuk ke dala gedung akademik kami yang sederhana namun tetap terkesan elegan itu, dengan desain sederhana, setiap akademk di kampusku memilki desain yang sama, itulah hematku, agar arsiteknya tak dibayar berulang-ulang. Disudut ruangan itu, aku melihat pembina organisasi yang aku pimpin,ya, selain menjadi seorang mhasiswa aktif, aku juga seorang aktivis. Aktivis dakwah kampus, ngeri sekali ketika aku mendengarnya, tapi itulah yang membuat aku betah untuk tidak bermalas-malasan karena aku punya tanggng jawab. Setelah diskusi panjang lebar akan kondisi FSI AL-ALIM [1] yang aku pimpin, ada beberapa benturan ide terhadap beberapa agenda yang ingin kami laksanakan. Menjadi seorang aktivis sekaligus mahasiswa aktif itu ternyata sungguh menyenangkan. Jika sampai pada waktu segalanya butuh perhatian, kau akn dapat merasakan betapa inilah nikmat yang  kau rasakan, karena kau bisa mengoptimalkan segala yang telah Tuhan berikan kepadamu, apa itu? Ya..itulah waktu.
Saat semua temanmu pergi berlibur dihari minggu, kau harus menggotong kardus berisi konsumsi untuk para pemateri yang acara seminarnya akan segera dimulai. Atau saat yang lain bisa tidur siang ditemani hujan deras yang turun, kau harus berteduh di emper toko sambil memegang pelastik berisi kenang-kenangan pemateri untuk acara esok hari, sungguh, melakukan segala sesuatu dengan usaha maksimal dan kau bisa mendapatkan dua dari yang kau usahakan, yaitu organisasi lancar dan kuliah top up, siapa yang tak senang? Dan dihari biasa kau harus bolak-balik keperpustakaan hingga tasmu hampir putus karena setiap hari selalu penuh dnegan bawaan yang penuh.
Itu dia, dosen yang kutunggu akhirnya datang, aku langsung menghampirinya, meyerahkan tugas dan sedikit ngobrol soal planning liburan. Setelah itu, aku mengambil posisi disalah satu sudut akademik dan menyalakan netbookku, tujuanku memperbaharui blogg yang telah aku buat, download adobe ilustrator, dan melihat software maktabah syamilah Untuk oleh-oleh aku pulang nanti.
Selesai...enter..and save...
Semua yang aku inginkan  sudah selesai aku download, dan kini saatnya menulis untuk blog baru ku..
Sebelum pulang, aku menyempatkan ‘menjenguk’ teman-temanku di TH B yang sedang ujian.
Kami, tafsir hadist angktan 2011 memang terlahir kembar, A dan B, simpel saja orang tua kami membedakan kami. Jumlah kami juga sam, 13 orang, karena seleksi ‘ kampus’ menyisakan kami saja. Aku mengucapkan selamat liburan pada temanku satu per satu, tak lupa menitip oleh-oleh dari temanku yang pulang kampung, dan melafalkan sebait do’a, semoga kami di pertemukan di semster 4 lagi...dalam pelukan hangat ushuluddin yang telah melahirkan kami..Generasi emas..
Sampai jumpa di semester 4 kawan, jangan lupa kabarkan mimpimu pada dunia, kita kan bersinar





[1] Forum study islam

Komentar

  1. Blog yang bagus... Tinggal dibagusin dengan ditambah isinya..:-)

    BalasHapus
  2. ia ustadz, insya Allah tinggal ngepost dan beberapa tulisan yang harus d edit..
    syukran tad, lagi belajar nulis juga.

    BalasHapus
  3. Apa dek? Ustad?? Are u serious?. :) Just Kidding!!
    Afwan ya dek, kmrn k" msh cri2 blognya, eh akhirnya ketemu juga.

    Kalian sudah libur ya?
    Ketempat kakak aja yuk, jalan-jalan.hehe

    BalasHapus
  4. hhe
    ke tempat kk? jauh nian...
    mana boleh sama atasan.. seputaran rumah aj k liburannya,,,hhe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trip ke Kampung Laut : dari jalanan berdebu sampai titian kayu

Assalamualaikum, apa kabar kawan ? Tiap minggu kerjaannya cuma posting foto-foto sisa liburan, wkwkwkwk. Maklum la ya, supaya kontennya gak habis, sampe trip berikutnya lagi. Nah, kali ini saya mau cerita sedikit tentang trip kami (ber 3 dengan temen-temen) ke Kampung Laut. Kampung Laut ini salah satu daerah yang ada di kabupaten Tanjung Jabung Timur ( Sabak). Sebelumnya sudah pernah sampai ke Sabak, tapi ini trip pertama saya untuk ke Kampung Laut. Di trip ini, saya dan teman-teman berangkatnya gak naik mobil travel loh ya, kita motoran. Ini agak nekat si, karena sebelumnya gak pernah motoran sejauh ini. Untuk kalian yang mau motoran juga, jangan sampai lupa untuk minta izin orang tua yah, ini ngaruh banget untuk kelancaran perjalanan kita. Alhamdulillah, izin di dapat di detik-detik akhir menuju keberangkatan, setelah merayu sana-sini pastinya. Tujuan utama kami ke Sabak adalah ke Jembatan Sabak dan taman Samudra nya ( kalo gak salah, jadi lupa. Yang jelas posisi taman ini ...

Catatan Belajar : Jambi - Bangko - Jangkat

Beberapa waktu lalu, alhamdulillah mendapat kesempatan untuk trip bareng teman-teman ke Jangkat. ini adalah perjalanan kedua kali nya kami ke Jangkat, dan tetap ya, walaupun ketujuan yang sama, tapi pelajarannya selalu berbeda. Alhamdulillah. Perjalanan ini kami mulai dari Jambi. Nah, buat teman-teman yang mungkin akan merencanakan perjalanan ke Jangkat lewat Bangko dari Kota Jambi, mungkin tulisan ini akan memberikan sedikit manfaat ya. Perjalanan kami mulai dari Kota Jambi hari Minggu malam, ketika memulai perjalanan ini, kami sempat singgah dahulu di Sarolangun sebelum melanjutkan ke Bangko. Perjalanan Jambi-Sarolangun kami tempuh selama kurang lebih 4 Jam menggunakan travel. Ongkos untuk travel ke Sarolangun itu berbeda-beda ya guys, tergantung jenis mobil apa yang kalian naiki. Dalam perjalanan ke Sarolangun ini kami menaiki Travel Mandiri dengan Ongkos 80 Ribu. Bagi teman-teman yang membutuhkan link travelnya ini no kontaknya 081366550959 Dari Sarolangun, kami melanjutkan perjala...