Langsung ke konten utama

Postingan

Mengejar Pelangi

Jari-jemariku seperti sudah tak sabar untuk memulai menulis pagi ini, padahal sudah dipastikan, tugas ilmiah dari kampus sudah mengantri untuk diselesaikan. Kitab-kitab tafsir seolah tak berhenti memanggil,ditemani   panas kota jambi yang membara, ia tak kenal kompromi, jika aku sudah mendapatkan ide atau sebuah kalimat yang bagus, tak mengenal waktu ia akan mencari kertas dan pena, atau segera mengetuk kamar microsoft word yang baru beristirahat setelah semalaman aku paksa menemaniku begadang menyelesaikan tugas. Aku selalu terbawa euforia mimpi-mimpiku, setiap kesempatan yang kupunyai, aku selalu berusaha melihat-lihat negeri impianku, meski hanya lewat dunia maya, itu sangat menyenangkan. Semua ini bermula saat aku membaca Novel Andrea hirata yang berjudul Edensor. Setelah itu, aku seperti menciptakan “Edensor’ ku sendiri, dalam mozaik-mozaik waktu yang tak pernah berhenti menunjukan betapa indahnya bermimpi dan berusaha mewujudkannya. Jika tak mengenal impian, mungk...

Hukum Khitbah dan Hak Mahar istri

1.                        Hukum Khitbah dalam Surah Al-Baqarah 235 وَلا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا عَرَّضْتُمْ بِهِ مِنْ خِطْبَةِ النِّسَاءِ أَوْ أَكْنَنْتُمْ فِي أَنْفُسِكُمْ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ سَتَذْكُرُونَهُنَّ وَلَكِنْ لا تُوَاعِدُوهُنَّ سِرًّا إِلا أَنْ تَقُولُوا قَوْلا مَعْرُوفًا وَلا تَعْزِمُوا عُقْدَةَ النِّكَاحِ حَتَّى يَبْلُغَ الْكِتَابُ أَجَلَهُ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي أَنْفُسِكُمْ فَاحْذَرُوهُ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang makruf. Dan janganlah kamu berazam (bertetap hati) untuk berakad ni...
Mata Angin Perubahan, itu kesungguhan kawan.. hari ini, waktu pertama yg kulalui di semester 4, di jurusan yg tak pernah kuduga.. hari ini, aku memulai kisah..kami di ajar oleh seorang paruh baya, yang membuat mataku tak berkedip, telingaku berdiri, jantungku berdegup kencang.. ia, satu2nya Dosen IAIN/UIN indonesia yg mempresentasikan tulisannya di hadapan kaum intelek oxford university inggris..dan kau tau kawan siapa dia? Dekan fak Ushuludd in iain Jambi.. ia telah bertemu dg org2 hebat ilmuan dunia, seperti Orientalist Edward said, seorang ortodoks kelahiran palestina..ia, di hari pertama itu langsung menunjukan peta dunia, aku belajar realistis plus optimis darinya aaiih..jika seperti ini, rasanya impian itu tak lagi 5 cm menggantung di depan wajahku, tapi seolah nyata, mesir, madinah, inggris, amerika, perancis,australia, dari Al-azhar hingga sorbonne perancis serasa di depan mata.. ya Allah..sensasinya,, akan kurindukan..

Impian tak tertulis

Pagi itu aku sedikit berlari menuju kelas, karena hari ini ada ujian semester utuk mata kuliah Sejarah Al-Quran, entah mengapa, langkahku agak gontai ketika aku menaiki tangga menuju kelasku yang berada di lantai 2. Bukan berarti aku tak siap menghadapi ujian kali ini, namun, setiap kali ujian datang itu berarti waktu liburan yang semakin dekat, itu artinya aku tak bisa sering-sering berkumpul bersama teman-teman di kampus. Ternyata kelas masih sepi, hanya ada beberapa teman yang sudah datang dan asyik dengan laptop dan gadget mereka masing-masing. Tiba-tiba sebuah benda kecil menarik perhatianku, sebuah buku yang dijanjikan akan menjadi hadiah bagi tulisan terbaik pada perlombaan menulis’kilat’ ketika ada pelatihan karya tulis ilmiah di fakultasku. Mataku berbinar melihat buku itu, karya dari dosen ku sendiri. “ siapa yang bawa ni” sambil memegang buku itu yang terletak di atas meja “ aku” sahut temanku sakti “serius??”kok bisa? Antum kan gak ikut lomba nulis itu, “a...