Langsung ke konten utama

Catatan belajar : Meminta izin buat bepergian.


Halo kawan, apa kabarnya ? kali ini saya mau cerita sedikit tentang pengalaman meminta izin buat travelling ke orang tua. Pasti semuanya pernah ngalamin lah ya, bagaimana minta izin pertama kali ke orang tua supaya bisa bepergian. Waktu kuliah dulu pernah sih, minta izin ke ortu untuk nginep dirumah temen. Jawabannya ? kalau mama pasti jawabnya terserah sama papa. Nah, waktu minta izin ke papa, papa ngotot gak ngizinin. Sampai adu argument juga sih waktu itu, tapi akhirnya gak  jadi nginep dirumah temen dan masuk ke kamar. Terus setelah itu kapok ? engggak dong, masih usaha supaya bisa dapat izin. Caranya ? jadi anak papa dan mama yang baik. Sampai akhirnya, waktu itu ada undangan untuk mengikuti acara di Palembang dan mengharuskan konfirmasi siang itu juga. Akhirnya, dengan setengah niat nelfon kerumah, langsung ke intinya nanya ke papa
‘ pah, besok kami mau berangkat ke Palembang, ada acara dan seminar, boleh gak ?
Dan papa Cuma nanya, berapa hari ? ya udah, pergi aja, papa ngizinin.

Jreng..jreng…hasil jadi anak papa dan mama yang nurut ( memakan waktu yang gak sebentar ) berbuahkan hasil. Semenjak itu, papa dan mama gak pernah ngelarang untuk pergi-pergi, Cuma kadang nasehatnya suka lama setiap kali mau berangkat.

Dalam perjalanan pun, di atas pesawat, di mobil,  kereta, atau kapal, bersyukur banget sekarang orang tua mudah memberikan izin, tapi ini ngetripnya gak yang macem-macem, jadi orang tua sudah percaya. Waktu itu pernah minta izin ke papa buat daki gunung tujuh di Kerinci. Agak lama sih nego nya. Papa gak bilang gak boleh, Cuma papa bilang disana masih hutan lah, ada harimau nya lah, jalannya berat lah, kerinci jauh lah, tapi akhirnya papa ngizinin.

Nah, Kebiasaan saya setiap traveling itu, ketika akan berpindah tempat atau lokasi pasti akan mengabarkan ke ortu dirumah. Termasuk ketika akan memulai pendakian. Setelah beberapa hari pulang kerumah, mama cerita yang papa gak bisa tidur malam, yang waktu itu sorenya saya kabarkan kerumah kalau saya akan memulai pendakian. Waktu itu di Jambi hujan lebat, dan di Gunung tujuh juga. Hujan yang buat papa gak bisa tidur mikirin anak gadisnya, haha. Di tengah pendakian, saya dan teman-teman juga di guyur hujan lebat. Bertaruh hidup mati bahasanya, walaupun udah berlalu dua tahun lalu, tapi pendakian itu salah satu perjalanan yang paling berkesan buat saya sih. 

Pernah juga minta izin ke ortu untuk pergi liburan ke Pulau Berhala. Perjalanan ke Pulau Berhala itu bisa memakan waktu sampai 3 jam di atas pompong. Papa ngizinin, dan Cuma bilang hati-hati. Padahal realitanya, aduuh, rasanya udah kayak mau di telan sama ombaknya selat berhala, padahal kata nelayannya sih ini ombak yang biasa aja.

Tapi jangan pernah coba buat bepergian tanpa izin dari orang tua ya teman-teman. Itu pasti akan sangat berpengaruh. Kadang, kalau ada apa-apa diperjalanan kami suka ngobrol sendiri “ ini kayaknya gara-gara kita minta izin nya maksa deh, jadi kejadian kan ‘. Tapi, kalau pas lagi dapet kemudahan, jangan lupa bersyukur, mungkin itu karena doa orang tua kita yang gak henti mendoakan.

Melihat senja, segarnya udara, langit malam yang bertabur bintang, semuanya gak akan bisa di rasa tanpa izin dari mama dan papa. One day, doanya bisa ngajakin mama dengan papa ke tempat-tempat yang udah kami datangi, menikmati angin tepian pantai, atau senja di ujung dermaga, terimakasih banyak untuk semua izinnya ya ma, pa. nanti, akan kami bawa senja ini untuk mama dengan papa :) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Belajar : Jambi - Bangko - Jangkat

Beberapa waktu lalu, alhamdulillah mendapat kesempatan untuk trip bareng teman-teman ke Jangkat. ini adalah perjalanan kedua kali nya kami ke Jangkat, dan tetap ya, walaupun ketujuan yang sama, tapi pelajarannya selalu berbeda. Alhamdulillah. Perjalanan ini kami mulai dari Jambi. Nah, buat teman-teman yang mungkin akan merencanakan perjalanan ke Jangkat lewat Bangko dari Kota Jambi, mungkin tulisan ini akan memberikan sedikit manfaat ya. Perjalanan kami mulai dari Kota Jambi hari Minggu malam, ketika memulai perjalanan ini, kami sempat singgah dahulu di Sarolangun sebelum melanjutkan ke Bangko. Perjalanan Jambi-Sarolangun kami tempuh selama kurang lebih 4 Jam menggunakan travel. Ongkos untuk travel ke Sarolangun itu berbeda-beda ya guys, tergantung jenis mobil apa yang kalian naiki. Dalam perjalanan ke Sarolangun ini kami menaiki Travel Mandiri dengan Ongkos 80 Ribu. Bagi teman-teman yang membutuhkan link travelnya ini no kontaknya 081366550959 Dari Sarolangun, kami melanjutkan perjala...
Apa kabar Muslimah Fighting ? Sudah berabad tidak saling menyapa. Semoga "Muslimah Fighting" tetap ada, dan tetap figting ya. sudah bertahun-tahun gak menulis. gak tau, ngapain aja selama bertahun-tahun itu, sampai gak sempat buat nulis. sebenarnya juga nulis, buat di baca sendiri, gak buat siapa-siapa. jadi pengingat buat tahun-tahun yang akan datang, kemarin-kemarin sempat ngapain aja. okeey, mulai lagi, sekarang ceritanya bukan lagi mahasiswa, sudah kelar kuliahnya, sekarang udah Allah kasih lagi kesempatan buat belajar, atau mengajar. yang elas pingin nulis pengalaman selama ini. mungkin gak seindah atau semenarik punya orang, tapi i'm a lead actrees in my story, ohoho. semoga istiqomah, nulisnya, dan belajarnya. selamat datang kembali Muslimah Fighting. sebuah nama, yang dulu dikasih sama senior kampus, udah lama juga gak ketemu beliau, mau ganti nama, tapi belum tau apa, jadi, kita tetap sama-sama dulu ya,Muslimah Fighting. selamat bertemu kembali, di pertengahan b...

Trip to Bangka Belitung (episode 2) pertama kali ke pelabuhan Tanjung Api-api

Lanjut cerita perjalanan ke Bangka Belitungnya. Dihari pertama kita di Palembang, kita langsung menuju ke pelabuhan Tanjung Api-api, yang kalau normalnya sih jaraknya 1-2 jam. Tapi kemarin kita agak ngaret karena trouble di jalan. Nah buat kalian yang mau ke pelabuhan Tanjung Api-api, disarankan untuk membawa bekal, atau beli makanannya pas di Palembang aja, karena lebih banyak pilihannya. Sepanjang jalan ke pelabuhan itu ada sih rumah makan, tapi gak banyak, dan yang banyak nya itu warung-warung bakso dan makanan kayak mie-mie aja. Karena kemarin kita nyampe nya siang di pelabuhan, akhirnya nyari-nyari rumah makan atau warung makan disekitaran pelabuhan. Akhirnya kita ketemu satu warung makan di pinggir jalan, lokasinya gak jauh dari kodim dekat pelabuhan itu. Akhirnya dirumah makan itu kita pesan makanan, yang kita pesan itu menu nya ayam goreng. Nah ternyata, di warung makan itu, ayam nya di goreng dulu, biasanya kan kita langsung ambil dan bungkus, ini jadinya nunggu ayamnya di...