Langsung ke konten utama

Postingan

Pop mie aja sih, tapi jadi sepuitis itu :D

Gaes, ada nggak disini yang tiap traveling, selain obat dan segala perintilannya, juga snack dan segala macamnya, gak lupa membawa pop mie dalam tas cangkringannya ? Yuup, salah satu makanan andalan buat yang hobi jelong-jelong murah itu ya pop mie. Salah satu ritual penting sebelum bepergian itu pasti belanja, emak-emak banget la ya. Kadang, kita bisa mikir-mikir dulu di depan rak pop mie di swalayan. Mulai dari milih ukurannya, rasanya, terus mikirin ntar nentengnya gimana, sedetail itu, ngebayang la ya. Tapi disitu serunya, kadang kalau gak sempat belanja bareng, kita main titip temen yang mau belanja, terus kalau ada promo dan sebagainya, pasti pilih yang banyak dapet untungnya, wkwkwkwk. Cerita soal pop mie, saya termasuk jarang sih makannya, kecuali pas lagi travelling. Oke, cerita pertama waktu sempat naik gunung beberapa waktu lalu, kita nikmatin pop mie nya di antara deru angin ketinggian. Daan, asliiik, itu nikmat banget dong, sampe foto-foto segala, sebahagia itu, haduuh...

dirayu senja selat berhala

Hi !!! numpang menyimpan kenangan lagi dong, boleh la ya ?? assalamualaikum, bulan Juli:) okeeey, hari ini mau menulis sedikit tentang trip singkat kemarin ke Pulau Berhala. Pulau yang secara hukum masuk wilayah Kepulauan Riau, namun secara pengelolaan di bagi menjadi dua, yaitu yang dikelola oleh Provinsi Jambi dan dikelola oleh Provinsi Kepulauan Riau. Buat masyarakat seputaran Kota Jambi yang bingung mau menghabiskan liburan kemana, Pulau Berhala ini rekomen banget. Sekarang sudah banyak travel agen yang melayani perjalanan ke Pulau Berhala lengkap dengan segala fasilitasnya, mulai dari transportasi ke Nipah Panjang, transportasi ke Pulau Berhala, penginapan, sampai barbequ-an, lengkap. Tapi, tentu aja, perjalanan kali ini gak pakai travel agen itu semua, alias saya dan rombongan modal gogle, nanya sana-sini, dan jreeng jreeng..kami jadi turis kesana tanpa bantuan travel agen. emang bisa ? bisa dong, buat yang hobi yang beginian malah letak keseruannya. okeey, lanjut cerita t...

Trip to Bangka Belitung (episode 2) pertama kali ke pelabuhan Tanjung Api-api

Lanjut cerita perjalanan ke Bangka Belitungnya. Dihari pertama kita di Palembang, kita langsung menuju ke pelabuhan Tanjung Api-api, yang kalau normalnya sih jaraknya 1-2 jam. Tapi kemarin kita agak ngaret karena trouble di jalan. Nah buat kalian yang mau ke pelabuhan Tanjung Api-api, disarankan untuk membawa bekal, atau beli makanannya pas di Palembang aja, karena lebih banyak pilihannya. Sepanjang jalan ke pelabuhan itu ada sih rumah makan, tapi gak banyak, dan yang banyak nya itu warung-warung bakso dan makanan kayak mie-mie aja. Karena kemarin kita nyampe nya siang di pelabuhan, akhirnya nyari-nyari rumah makan atau warung makan disekitaran pelabuhan. Akhirnya kita ketemu satu warung makan di pinggir jalan, lokasinya gak jauh dari kodim dekat pelabuhan itu. Akhirnya dirumah makan itu kita pesan makanan, yang kita pesan itu menu nya ayam goreng. Nah ternyata, di warung makan itu, ayam nya di goreng dulu, biasanya kan kita langsung ambil dan bungkus, ini jadinya nunggu ayamnya di...

Trip to Bangka Belitung episode 1

Assalamualaikum..teman teman, apa kabarnya ? Yeeyy, akhirnya ngeblog lagi, setelah naik turun pasang surut, semoga bisa nulis terus..aamiin Nah..kali ini, saya mau cerita sedikit pengalaman saya waktu kemarin sempat pergi ke Bangka Belitung,tepatnya ke pulau Bangka via darat dari Kota Jambi. Perjalanan dimulai dari Kota Jambi, tepatnya dari SD Alam Alfath di pasir putih jam 7.30 malam. Kepergian ke Bangka kali ini juga untuk menghadiri kegiatan Jambore Anak Sekolah Alam Nusantara regio Sumbagsel. Kami berangkat dengan rombongan 14 orang menggunakan mobil menuju Palembang. Perjalanannya perkiraan sekitar 10 - 12 jam. Yappp, perjalanan Jambi Palembang yang biasanya hanya 7-8 jam molor karena jalan rusak. Rusak paraaahh, kita di mobil sampai terlunjak-lunjak..ohh pemerintah, tolong lihat kondisi jalannya yang rusak parah dan di banyak titik itu, semoga gak memakan korban selain waktu yang yang habis di jalan. Tapi walaupun jalannya rusak, fasilitas umum seperti pom bensinnya memadai ...
Apa kabar Muslimah Fighting ? Sudah berabad tidak saling menyapa. Semoga "Muslimah Fighting" tetap ada, dan tetap figting ya. sudah bertahun-tahun gak menulis. gak tau, ngapain aja selama bertahun-tahun itu, sampai gak sempat buat nulis. sebenarnya juga nulis, buat di baca sendiri, gak buat siapa-siapa. jadi pengingat buat tahun-tahun yang akan datang, kemarin-kemarin sempat ngapain aja. okeey, mulai lagi, sekarang ceritanya bukan lagi mahasiswa, sudah kelar kuliahnya, sekarang udah Allah kasih lagi kesempatan buat belajar, atau mengajar. yang elas pingin nulis pengalaman selama ini. mungkin gak seindah atau semenarik punya orang, tapi i'm a lead actrees in my story, ohoho. semoga istiqomah, nulisnya, dan belajarnya. selamat datang kembali Muslimah Fighting. sebuah nama, yang dulu dikasih sama senior kampus, udah lama juga gak ketemu beliau, mau ganti nama, tapi belum tau apa, jadi, kita tetap sama-sama dulu ya,Muslimah Fighting. selamat bertemu kembali, di pertengahan b...
Karena cinta yang kupunya hanya 1, takut sekali aku membaginya, atau justru aku sudah terlalu banyak membaginya? Entahlah,akupun ragu untuk menjawabnya. Terkadang, rasa takut kehilangan mengaburkan segalanya, rasa ingin memiliki yang berlebih itu, justru menghancurkan harapan yang disusun dari bawah itu. kita punya Allah, kita di ciptakanNya, dengan kadar kemampuan menanggung senang dan duka. Mungkin selama ini kita hanya memposisikan diri   sebagai seorang ‘pejalan’ atau musafir’ di dunia ini. tanpa sempat menoleh kekiri atau kekanan, terlalu sibuk untuk mencari jalan, tanpa melihat jalan sekitar. Mungkin hikmah itu bertebaran Allah persaksikan untukmu, namun kita tak jua dapat mencerna maksud dan tujuannya. Dekat sekali kita dengan kelalaian. [Nasehat Kawan]

Kaki mungil

Gerimis masih saja menyelimuti kota jambi, sudah hampir 2 jam ia masih betah berjatuhan dengan malas kepada penduduk bumi. Bau debu yang tersiram air merebak ke berbagai penjuru, daun-daun tua yang sudah mengering dengan lemahnya berjatuhan, menemani rintik hujan yang dengan pasrah membasahi tanah. Tunas-tunas daun kelapa bergoyang perlahan, di temani burung-burung gereja yang terbang kesana kemari menghindari rintikan air, pertunjukkan alam yang alami. Ditemani suara tape yang memutarkan musik dangdut milik seorang tetangga, menambah semaraknya senja ini. Suara langkah kakiperlahan menyusup ke pertunjukan. Suaranya terlihat semakin jelas, bukan sendiri, tapi tiga..ya, tiga orang, tapi suaranya lemah..mungkin anak-anak yang mandi hujan. Tapi seketika suara itu berhenti, berganti dengan suara brolan bocah-bocah. Ku balikkan badanku yang sedari tadi sibuk dengan Al-Qur’an, kulihat keluar jendela, sekilas yang kulihat adalah tiga orang anak laki-laki yang berusia ki...